SK Kemenkumham: AHU-0018690.AH.01.04.Tahun 2026
Beranda Kajian Sejarah Hutan Adat dan Mata Air Suci: Menjaga Keseimbangan Ekosistem Cagar Budaya
Kelestarian Alam 15 September 2026 • 5 menit bacaan

Hutan Adat dan Mata Air Suci: Menjaga Keseimbangan Ekosistem Cagar Budaya

Mengapa pelestarian situs candi dan cagar budaya purbakala tak pernah bisa dipisahkan dari kelestarian vegetasi dan bentang air di sekitarnya.

DR
Dr. Irfan Prawironegoro Koordinator Konservasi Jagat
Hutan Adat dan Mata Air Suci: Menjaga Keseimbangan Ekosistem Cagar Budaya
Sebuah candi atau situs megalitikum kuno tidak pernah didirikan sembarangan. Nenek moyang nusantara selalu memilih lokasi pertemuan dua aliran sungai (tempuran), lereng gunung vulkanik yang subur, atau kawasan sumber mata air abadi.

Ketika hutan di lereng bukit sekitar candi ditebang, mikroklimat berubah. Suhu batuan andesit meningkat tajam pada siang hari dan menyusut drastis pada malam hari, mempercepat pelapukan batu relief dan pertumbuhan lumut berbahaya.

Oleh karena itu, moto 'Menjaga Jagat' dari Yayasan WAJAN mengintegrasikan konservasi fisik cagar budaya dengan penanaman kembali vegetasi endemik penahan air dan pemuliaan mata air suci kuno.
Kata Kunci: #Lingkungan #Mata Air #Candi #Ekologi