Filosofi Gunungan Wayang: Simbol Alam Semesta dan Poros Kehidupan Nusantara
Membedah makna luhur di balik ornamen pohon hayat, hewan penjaga, dan gerbang gapura pada gunungan Wayang Kulit Purwa.
Lembaga nirlaba kebudayaan dan konservasi independen yang berdedikasi menjaga keluhuran pusaka tradisi, merestorasi cagar budaya, serta melindungi bentang ekosistem alam nusantara demi martabat peradaban generasi bangsa.
Landasan filosofis yang mengarahkan setiap langkah program konservasi, riset sejarah, dan kemitraan masyarakat adat.
Pemugaran fisik arsitektur vernakular adat, konservasi batu candi, alih aksara manuskrip kuno, dan pendokumentasian kekayaan seni adiluhung nusantara.
Pemulihan ekosistem hutan adat di sekitar situs cagar budaya, pemuliaan mata air suci kuno, dan perlindungan pesisir maritim berbasis kearifan lokal.
Kaderisasi generasi muda sebagai dalang, penenun, arsitek vernakular, dan pelopor pelestari budaya agar nilai luhur terus relevan di era digital.
Sumatera
Sedang Berjalan
Pemugaran kayu ukir dan pergantian atap ijuk tradisional pada 6 Rumah Gadang tua bekerja sama dengan Tuanku Lareh dan pengrajin ukir Minangkabau.
Jawa
Sedang Berjalan
Penanaman 15.000 bibit pohon endemik (Pule, Nagasari, Bodhi) serta pembersihan resapan mata air suci kuno di sekitar kompleks percandian Jawa Kuno.
Membedah makna luhur di balik ornamen pohon hayat, hewan penjaga, dan gerbang gapura pada gunungan Wayang Kulit Purwa.
Warisan Budaya
Sistem pasak bambu dan tumpuan batu sandi yang membuktikan kecerdasan teknik nenek moyang Minangkabau dalam merespons alam.
Kelestarian Alam
Mengapa pelestarian situs candi dan cagar budaya purbakala tak pernah bisa dipisahkan dari kelestarian vegetasi dan bentang air di sekitarnya.
Setiap kontribusi Anda menjadi denyut nadi bagi keberlanjutan pemugaran rumah adat, konservasi candi, digitalisasi manuskrip kuno, dan pemberdayaan generasi pelestari nusantara.